Gading-Gading Ganesha
Bahwa cinta itu ada
“Berlian yang indah membutuhkan tangan yang piawai untuk
merawatnya. Bakat yang luar biasa membutuhkan institusi berepitasi untuk
mendidiknya.” __Dermawan Wibisono\
Novel ini dibuat sebagai
salah satu persembahan sang penulis untuk kampus tercintanya yang telah
memberikan begitu banyak ajaran baik dalam akademik maupun ajaran tentang
kehidupan.
Novel ini menceritakan tentang enam anak muda dari berbagai daerah di Indonesia. Slamet dari Trenggalak, Plotak dari Pematang Siantar, Ria dari padang , Benny dari Jakarta, Gun Gun dari Ciamis dan Fuad dari Surabaya. Mereka dipersatukan dalam sebuah persahabatan dikampus Jalan Ganesha, Institut Teknologi Bandung. Bersama-sama mereka mulai mengayungkan langkah penuh idealisme dan cita-cita.
Novel ini menceritakan tentang enam anak muda dari berbagai daerah di Indonesia. Slamet dari Trenggalak, Plotak dari Pematang Siantar, Ria dari padang , Benny dari Jakarta, Gun Gun dari Ciamis dan Fuad dari Surabaya. Mereka dipersatukan dalam sebuah persahabatan dikampus Jalan Ganesha, Institut Teknologi Bandung. Bersama-sama mereka mulai mengayungkan langkah penuh idealisme dan cita-cita.
Bertahun-tahun anak-anak muda dengan latar budaya dan
sosial ekonomi yang berbeda itu mengalami berbagai suka duka di kampus. Banyak
kejadian-kejadian lucu, seru dan mengharukan yang mereka lalui bersama, mulai
dar kekonyolan-kekonyolan khas mahasiswa baru, persaingan cinta di antara
mereka. Hingga keteribatan dengan gerakan mahasiswa yang menentang rezim
politik yang represif semua itu semakin mempererat ikatan persahabatan di
antara mereka.
Waktu berlalu begitu cepat dan satu oersatu merekapun
lulus. Selepas ITB, mereka menjalani kehidupan masing-masing : menjadi dosen di
almamater, pemusik, pengusaha dan lain-lain. Berbagai kenyataan hidup menhadang
mereka mulai dari cinta, godaan materi, dan cobaan mempertahankan idealisme. Setelah
bertahun-tahun, mereka bertemu kembali.
begitulah sekiranya gambaran yang diberikan Oleh sang penulis dalam novelnya yang berjudul Gding-Gading Ganesha , Dermawan Wibisono. semoga dengan membaca novel ini semakin banyak mahasiswa yang berprestasi dan mampu mengembangkan kemampuannya dalam nal positif dan dapat menjadi generasi muda yang bermanfaat mewujudkan cita-cita bangsa dan pahlawan Indonesia dulu dan untuk masa yang akan datang.
sebagai mahasiswa kita harus berbenah diri dan mampu mengontrol segala hal yang benar-benar mampu menjerumuskan kita kepada jurang kehancuran yang akan menghambat mimpi kita.